Kehidupan Pada Zama Praaksara
Masa Praaksara (pra = sebelum, aksara = huruf) adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Masa ini disebut juga Nirleka. Nir artinya tidak ada dan leka artinya tulisan. Zaman ini berlangsung sangat lama, yaitu sejak manusia sebelum mengenal tulisan hingga mulai mengenal tulisan.
Kita tidak dapat mengetahui sejarah serta kebudayaan manusia melalui tulisan. Tetapi kita dapat mengetahuinya melalui peninggalan sejarahnya seperti :
1. Fosil
Fosl adalah sisa - sisa tumbuhan, hewan, maupun manusia yang telah membatu karena terpendam dalam lapisan tanah. Fosil - fosil yang ditemukan para ahli dinamakan Fosil Pandu, sebab digunakan untuk memberi petunjuk mengenai kehidupan manusia purba pada zaman pra sejarah. Fosil pandu disebut juga leit fosil.
2. Artefak
Artefak adalah peninggalan masa lampau berupa alat kehidupan / hasil budaya yang terbuat dari batu, tulang, kayu, dan logam.
Berdasarkan corak kehidupannya, kehidupan Masa Praaksara dibagi dalam 3 masa, yaitu berburu dan mengumpulkan makanan, bercocok tanam, dan perundagian
|
NO
|
Corak kehidupan
|
Ciri-ciri
|
|
1.
|
Berburu
|
Ada sejak zaman Pithecantropus sampai zaman
Homo Sapiens
1. Tinggal di daerah yg tidak jauh dari sumber
air
2. Mengumpulkan
tumbuhan yg mereka temukan,seperti ubi,keladi,daun-daunan,dan buah-buahan.
3. Membuat
alat dari batu yg masih kasar,tulang,dan kayu disesuaikan dngn keperluannya
seperti alat-alat serpih,dan kapak genggam.
4. Membutuhkan api untuk memasak di malam dan
penerangan di malam hari
5. Tidak mempunyai tempat tinggal tetap,selalu
berpindah-pindah (nomaden) mencari tempat yg banyak makanan.
6. Hidup
dalam berkelompok
|
|
2.
|
Bercocok
tanam
|
Ada sejak zaman Homo Sapiens (Ras Mongoloid
dan Ras Austromelanesoid)
1. Hidup menetap di suatu
tempat
2. Bercocok tanam dngn cara
berladang
3. Selalau berburu menangkap
ikan untuk memenuhi protein hewani
4. Berladang diganti dngn bersawah
5. Mampu membuat alat-alat dari batu yg sudah diasah lebih halus serta
mulai dikenalnya pembuatan gerabah.
6. Mulai hidup menetap di perkampungan secara bersama
7. Semua aktivitas dikerjayakan secara gotong royong
8. Pengobatan dilakukan oleh para dukun
9. Perdagangan bersifat barter
|
|
3.
|
Perundagian
|
Ada sejak zaman Australomelanesoid dan ras
Mongoloid
1. Hidup di desa-desa,daerah
pegunungan,dataran rendah,dan tepi pantai
2. Hidupnya makin teratur dan terpimpin
3. Kehidupannya mulai dikenal dngn
pengolahan logam
4. Sebagian masih menggunakan alat-alat
dari batu
5. Perkampungan sudah lebih besar dan lebih
teratur
6. Setiap kampong memiliki pemimpin
7. Sudah ada pembagian kerja yg jelas
menurut keahlian masing-masing
8. Membentuk aturan istiadat yg dilakukan
secara turun temurun
9. Hubungan antara Kepulauan Nusantara
mulai terjalin
10. Pada masa ini memiliki kebudayaan yg
tinggi
|
ALAT-ALAT YANG DIPAKAI MANUSIA ZAMAN PRAAKSARA
1. Kapak Perimbas

Kapak
perimbas adalah sebuah alat batu masif yang masih kasar permukaanya yang
berfungsi untuk merimbas kayu, memahat tulang, dan senjata. Kapak perimbas
banyak ditemukan di Pacitan Jawa Timur, Gombong Jawa Tengah, Lahat Sumatera
Selatan, Sukabumi Jawa Barat, dan Goa Choukoutieen di Beijing.
2. Kapak Genggam

Kapak
genggam adalah alat batu yang mirip kapak tetapi tidak ada tangkai dan
digunakan dengan cara menggenggam. Kapak genggam ini mempunyai fungsi untuk
menggali umbi, memotong dan menguliti binatang. Kapak genggam banyak ditemukan
di Pacitan JawaTimur.
3. Kapak Lonjong

Kapak
Lonjong adalahkapak yang terbuat dari batu dan berbentuk lonjong. Kapak lonjon
banyak ditemukan di Pulau Sulawesi, Pulau Flores, Pulau Maluku, Pulau
Halmahera, Kepualauan Tanimbar, Kepulauan Aru, dan Pulau Papua. Kapak lonjong
berfungsi untuk memotong daging, memisahkan daing dan tulang, dan senjata.
4. Kapak Persegi

Kapak
persegi adalah alat kapak yang berbentuk persegi atau persegi panjang. Kapak
persegi berfungsi untuk berburu, senjata, memotong daging. Kapak persegi dapat
dipakai juga sebagai alat tukar.
5. Alat Serpih

Alat
serpih adalah alat yang digunakan untuk memotong buah, umbi-umbian, ikan, menguliti
hewan, dan menangkap ikan
6. Nekara Perunggu

Nekara
adalah benda seperti gendang yang berpinggang, biasanya terbuat dari besi atau
perunggu dan terdapat motif binatang. Nekara digunakan sebagai benda upacara
dan mas kawin. Nekara dalam bentuk yang kecil disebut Moko.
7. Mata Panah

Mata
panah biasanya terbuat dari tulang. Mata panah digunakan sebagai ujung dari
panahsebagai alat untuk berburu dan menangkap ikan.
8. Bejana Perunggu

Bejana
merupakan alat yang bentuknya seperti vas yang berfungsi sebagai tempat minum,
tempat menampung ikan, dan benda suci dalam upacara adat.
Di
Indonesia, bejana hanya 2 kali ditemukan, yaitu di Kerinci (Jambi) dan Sampang
(Madura).
9. Kapak Corong/Kapak Sepatu

Kapak
corong adalah kapak yang terbuat dari perunggu dan berbentuk seperti kaki yang
bersepatu. Fungsinya sebagai memotong hewan, memotong umbi, memotong rumput,
memotong daging hewan, dan memotong kayu.


