Selasa, 27 Oktober 2015

Kehidupan Pada Zama Praaksara
 Masa Praaksara (pra = sebelum, aksara = huruf) adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Masa ini disebut juga Nirleka. Nir artinya tidak ada dan leka artinya tulisan. Zaman ini berlangsung sangat lama, yaitu sejak manusia sebelum mengenal tulisan hingga mulai mengenal tulisan.
Kita tidak dapat mengetahui sejarah serta kebudayaan manusia melalui tulisan. Tetapi kita dapat mengetahuinya melalui peninggalan sejarahnya seperti :

1. Fosil 
Fosl adalah sisa - sisa tumbuhan, hewan, maupun manusia yang telah membatu karena terpendam dalam lapisan tanah. Fosil - fosil yang ditemukan para ahli dinamakan Fosil Pandu, sebab digunakan untuk memberi petunjuk mengenai kehidupan manusia purba pada zaman pra sejarah. Fosil pandu disebut juga leit fosil.

2. Artefak
Artefak adalah peninggalan masa lampau berupa alat kehidupan / hasil budaya yang terbuat dari batu, tulang, kayu, dan logam.

 Berdasarkan corak kehidupannya, kehidupan Masa Praaksara dibagi dalam 3 masa, yaitu berburu dan mengumpulkan makanan, bercocok tanam, dan perundagian

NO
Corak kehidupan
Ciri-ciri
1.
Berburu
Ada sejak zaman Pithecantropus sampai zaman Homo Sapiens
1.  Tinggal di daerah yg tidak jauh dari sumber air
2.  Mengumpulkan tumbuhan yg mereka temukan,seperti ubi,keladi,daun-daunan,dan buah-buahan.
3.  Membuat alat dari batu yg masih kasar,tulang,dan kayu disesuaikan dngn keperluannya seperti alat-alat serpih,dan kapak genggam.
4.  Membutuhkan api untuk memasak di malam dan penerangan di malam hari
5.  Tidak mempunyai tempat tinggal tetap,selalu berpindah-pindah (nomaden) mencari tempat yg banyak makanan.
6.  Hidup dalam berkelompok
2.
Bercocok tanam
Ada sejak zaman Homo Sapiens (Ras Mongoloid dan Ras Austromelanesoid)
1.  Hidup menetap di suatu tempat
2.  Bercocok tanam dngn cara berladang
3.  Selalau berburu menangkap ikan untuk memenuhi protein hewani
4. Berladang diganti dngn bersawah
5. Mampu membuat alat-alat dari batu yg sudah diasah lebih halus serta mulai dikenalnya pembuatan gerabah.
6. Mulai hidup menetap di perkampungan secara bersama
7. Semua aktivitas dikerjayakan secara gotong royong
8. Pengobatan dilakukan oleh para dukun
9. Perdagangan bersifat barter
3.
Perundagian
Ada sejak zaman Australomelanesoid dan ras Mongoloid
1. Hidup di desa-desa,daerah pegunungan,dataran rendah,dan tepi pantai
2. Hidupnya makin teratur dan terpimpin
3. Kehidupannya mulai dikenal dngn pengolahan logam
4. Sebagian masih menggunakan alat-alat dari batu
5. Perkampungan sudah lebih besar dan lebih teratur
6. Setiap kampong memiliki pemimpin
7. Sudah ada pembagian kerja yg jelas menurut keahlian masing-masing
8. Membentuk aturan istiadat yg dilakukan secara turun temurun
9. Hubungan antara Kepulauan Nusantara mulai terjalin
10. Pada masa ini memiliki kebudayaan yg tinggi


ALAT-ALAT YANG DIPAKAI MANUSIA ZAMAN PRAAKSARA

1.    Kapak Perimbas


Kapak perimbas adalah sebuah alat batu masif yang masih kasar permukaanya yang berfungsi untuk merimbas kayu, memahat tulang, dan senjata. Kapak perimbas banyak ditemukan di Pacitan Jawa Timur, Gombong Jawa Tengah, Lahat Sumatera Selatan, Sukabumi Jawa Barat, dan Goa Choukoutieen di Beijing.

2.    Kapak Genggam


Kapak genggam adalah alat batu yang mirip kapak tetapi tidak ada tangkai dan digunakan dengan cara menggenggam. Kapak genggam ini mempunyai fungsi untuk menggali umbi, memotong dan menguliti binatang. Kapak genggam banyak ditemukan di Pacitan JawaTimur.


3.    Kapak Lonjong


Kapak Lonjong adalahkapak yang terbuat dari batu dan berbentuk lonjong. Kapak lonjon banyak ditemukan di Pulau Sulawesi, Pulau Flores, Pulau Maluku, Pulau Halmahera, Kepualauan Tanimbar, Kepulauan Aru, dan Pulau Papua. Kapak lonjong berfungsi untuk memotong daging, memisahkan daing dan tulang, dan senjata.

4.    Kapak Persegi


Kapak persegi adalah alat kapak yang berbentuk persegi atau persegi panjang. Kapak persegi berfungsi untuk berburu, senjata, memotong daging. Kapak persegi dapat dipakai juga sebagai alat tukar.

5.    Alat Serpih



Alat serpih adalah alat yang digunakan untuk memotong buah, umbi-umbian, ikan, menguliti hewan, dan menangkap ikan

6.    Nekara Perunggu


Nekara adalah benda seperti gendang yang berpinggang, biasanya terbuat dari besi atau perunggu dan terdapat motif binatang. Nekara digunakan sebagai benda upacara dan mas kawin. Nekara dalam bentuk yang kecil disebut Moko.

7.    Mata Panah


Mata panah biasanya terbuat dari tulang. Mata panah digunakan sebagai ujung dari panahsebagai alat untuk berburu dan menangkap ikan.

8.    Bejana Perunggu


Bejana merupakan alat yang bentuknya seperti vas yang berfungsi sebagai tempat minum, tempat menampung ikan, dan benda suci dalam upacara adat.
Di Indonesia, bejana hanya 2 kali ditemukan, yaitu di Kerinci (Jambi) dan Sampang (Madura).

9.    Kapak Corong/Kapak Sepatu


Kapak corong adalah kapak yang terbuat dari perunggu dan berbentuk seperti kaki yang bersepatu. Fungsinya sebagai memotong hewan, memotong umbi, memotong rumput, memotong daging hewan, dan memotong kayu.

 

Senin, 31 Agustus 2015

Gerak Semu Matahari

Gerak semu matahari adalah pergerakan matahari. Sebenarnya bukan matahri yg melalkukan pergerakan,tetapi bumi yg melakukan pergerakan. Bumi melakukan 2 gerakan,yaitu Rotasi dan Revolusi. 

Rotasi bumi adalah pergerakan bumi pada porosnya.

Revolusi bumi adalah pergerakan bumi mengelilingi matahari.
 

Kamis, 27 Agustus 2015


NO.
Keadaan Alam
Aktifitas Penduduk
Bencana  Alam
Pencegahan Bencana Alam
Hasil Pertanian / Perkebunan
1.
Dataran Rendah
Pertanian dan Perkebunan.
Banjir,Tsunami,Gempa bumi
Tidak membuang sampah sembarangan
Padi,jagung,
2.
Bukit dan Perbukitan
Pemukiman tersebar.Pertanian dilakukan dngn memanfaatkan lahan miring.
Tanah longsor,
Menjaga kelestarian hutan,tidak menebang pohon sembarangan,membangun terasering
Padi,Palawija,kayu,buah-buahan
3.
Dataran Tinggi
Menjadi pusat ekonomi,menjadi daerah tujuan wisata,menanam padi dan beberapa jenis satyuran.
Banjir
Membuat saluran air yg baik,membuang sampah pada tempatnya,rajin membersihkan saluran air,mendirikan bendungan,menanam pohon di sekitar rumah,membuat biopori,penggunaan paving untuk jalan.
Padi,tomat,cabai.
4.
Gunung dan Pegunungan
Pertanian,pemukiman,pariwisata.
Gunung meletus dan tanah longsor.
Memakai masker saat gunung berapi meletus,menjaga kelestarian hutan,tidak menebang pohon sembarangan,membangun terasering
Teh,sayur-sayuran dah buah-buahan